Neo-Bosozoku jangan di beri Hidup

11 Nov

TOKYO/JAKARTA (dp) — Rupanya tidak ada yang bisa mematikan jiwa bosozoku (kelompok penggiat kekerasan) bikers. Walau kepolisian Jepang telah melarang keberadaannya sejak akhir dekade 90, namun semangat geng bosozoku ternyata masih terbentuk hingga saat ini.

Terakhir, pada awal tahun ini, sekelompok anak muda pengendara motor bosozoku muncul di tengah-tengah lapangan parkir kegiatan Tokyo Auto Salon. Bedanya, neo-bosozuku ini belum membuat onar, seperti kebiasaan yang mereka dilakukan pada era 90-an. (Mungkin tidak bisa berulah karena taringnya belum tumbuh sempurna.)

Kehadiran motor-motor bosozoku di hari itu seakan menandai momentum bahwa generasi baru komunitas geng pengacau ini mulai hidup kembali. Padahal, pada tahun 1998 polisi Jepang telah memenjarakan lebih dari 96 ribu unit motor bosozoku yang dinilai sebagai teroris jalanan.

Bosozoku Geng Jahat

Terlepas dari unsur seni yang dicurahkan pada sepeda motor dan atribut yang digunakan pengendaranya, bosozoku telah dianggap sebagai sampah masyarakat oleh pemerintah Jepang. Banyak catatan kejahatan yang direkam polisi berkait tindakan anti-sosial para anggota komunitas bosozoku.

Hazuki Kazuhiro, mantan anggota Specter geng yang eksis pada 1993, mengatakan anggota geng bosozoku banyak berisi remaja putus sekolah berusia 20 tahunan. Mereka merupakan pelajar nakal yang tak mau berjalan di atas peraturan sekolah.

“Saya tidak bisa dan tidak mau mengikuti pelajaran sekolah. Saya tidak mau mendengar dan tidak bisa mendengar suara guru,” kenang Kazuhiro saat dirinya aktif di sebuah geng bosozoku 18 tahun silam.

Kazuhiro juga mengakui bahwa banyak dari geng bosozoku menjadi target perekrutan untuk mafia Jepang, yakuza. “Berawal dari perbuatan onar di jalan raya dengan suara knalpot bising, berubah menjadi kejahatan serius,” lanjutnya.

Salah satu kasus yakuza yang melibatkan anak-anak geng bosozoku adalah sebuah penyerangan terhadap seorang dokter gigi hingga kehilangan matanya. Tindakan ini dilakukan tiga remaja berusia 16-17 tahun yang mendapat perintah dari yakuza di Tokyo untuk mencari uang senilai 120.000 yen. Mereka pun memeras teman-teman sekolahnya, hingga menyiksa seorang dokter.

Kerena dianggap sebagai ancaman, kepolisian Jepang, khususnya di Fukuoka, pernah mengeluarkan arahan bagi pengguna kendaraan bermotor untuk menghindari perselisihan dengan geng-geng bosozoku.

Sayangnya, tak semua pengendara bisa sabar mengahadapi provokasi anak-anak geng bosozoku. Banyak pula pemobil yang kemudian memberanikan diri masuk di tengah iringan gerombolan bosozoku ketika mereka merasa terhalang.

Namun usaha perlawanan seperti itu umumnya berujung pada aksi pemerasan. Contoh kasus pernah dialami seorang sopir truk. Akibat memukul helm salah satu anggota bosozoku, truknya dibakar, sementara sopir diseret keluar dan dipukuli.

Baca selanjut nya>>>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: